Arsip Blog
-
▼
2015
(13)
-
▼
Juli
(13)
- Menjadi wirausaha, sebuah harapan dan tantangan
- Instansi diminta Gunakan Aplikasi SAPK untuk Database
- Pemanggilan Calon Peserta Diklat Dasar Bagi Penyul...
- Tentang IA
- Maksud dan Tujuan IA
- Cara Memperkenalkan Produk
- Menekuni Dunia Bisnis, Apakah Semudah Dalam Buku ?
- Menjadi Entrepreneur Yang Berhasil
- RESOLUSI SWASEMBADA DAGING DAN SUSU MELALUI OPTIMA...
- PRAKTEK KOMPETENSI PESERTA DIKLAT BAGI PENYULUH PE...
- Untung mana memelihara sapi atau domba ?
- Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Website 2012
- Mengenal Teknis Pemotongan
-
▼
Juli
(13)
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Pemanggilan Calon Peserta Diklat Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Terampil Angkatan II Tahun 2012
Pemanggilan Calon Peserta Diklat Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Terampil Angkatan II Tahun 2012
Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga fungsional penyuluh pertanian, maka bersama ini kami beritahukan bahwa Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu – Jawa Timur akan melaksanakan Diklat Dasar bagi Penyuluh Pertanian Terampil Angkatan II pada tanggal 30 Mei s.d. 13 Juni 2012 di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu dengan jumlah 30 (tigapuluh) orang peserta.
Alokasi Asal Peserta Angkatan II :
1. BKPPP Kabupaten Malang Prop. Jawa Timur
2. Dinas Pertanian Daerah Kota Blitar Prop. Jawa Timur
3. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Pacitan Prop. Jawa Timur
4. BP4K Kab. Tulungagung Prop. Jawa Timur
5. BKPPP Kab. Ngawi Prop.Jawa Timur
6. Dinas Pertanian Kab. Jombang Prop. Jawa Timur
7. Dinas Pertanian Kab. Sukoharjo Prop Jawa Tengah
8. BP4K Kab. Pekalongan Prop. Jawa Tengah
9. BP4K dan KP Kab. Banyumas Prop. Jwa Tengah
10.Dinas Peternakan Kab. Grobogan Prop. Jawa Tengah
11. BP4K Kab. Magelang Prop. Jawa Tengah
12. BP4K Kab. Kendal Prop. Jawa Tengah
13. BKPP Kab. Boyolali Prop. Jawa Tengah
14. Dinas Peternakan Kab. Kuantan Singingi Prop. Riau
15. BP4K Kab. Bengkulu Tengah Prop. Bengkulu
16. Bappeluh Kab. Hulu Sungai Tengah Prop. Kalsel
17. BP4K Kab. Tanah Bumbu Prop. Kalsel
18. Kantor PPPK dan KP Kab. Singkawang Prop. Kalbar
19. BP3KP Kab. Soppeng Prop. Sulsel
20. Dinas Tanaman Pangan Kab. Merauke Prop. Papua
2. Dinas Pertanian Daerah Kota Blitar Prop. Jawa Timur
3. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Pacitan Prop. Jawa Timur
4. BP4K Kab. Tulungagung Prop. Jawa Timur
5. BKPPP Kab. Ngawi Prop.Jawa Timur
6. Dinas Pertanian Kab. Jombang Prop. Jawa Timur
7. Dinas Pertanian Kab. Sukoharjo Prop Jawa Tengah
8. BP4K Kab. Pekalongan Prop. Jawa Tengah
9. BP4K dan KP Kab. Banyumas Prop. Jwa Tengah
10.Dinas Peternakan Kab. Grobogan Prop. Jawa Tengah
11. BP4K Kab. Magelang Prop. Jawa Tengah
12. BP4K Kab. Kendal Prop. Jawa Tengah
13. BKPP Kab. Boyolali Prop. Jawa Tengah
14. Dinas Peternakan Kab. Kuantan Singingi Prop. Riau
15. BP4K Kab. Bengkulu Tengah Prop. Bengkulu
16. Bappeluh Kab. Hulu Sungai Tengah Prop. Kalsel
17. BP4K Kab. Tanah Bumbu Prop. Kalsel
18. Kantor PPPK dan KP Kab. Singkawang Prop. Kalbar
19. BP3KP Kab. Soppeng Prop. Sulsel
20. Dinas Tanaman Pangan Kab. Merauke Prop. Papua
Catatan :
- Biodata calon peserta Angkatan II telah kami terima paling lambat tanggal 25 Mei 2012. Bagi instansi yang yang tidak menyampaikan biodata calon peserta yang dimaksud sampai batas waktu tersebut, dianggap tidak mengirimkan calon dan akan kami gantikan dari daerah lain.
- Calon peserta Angkatan II diharapkan melapor pada Panitia Penyelenggara di BBPP-Batu Jl. Songgoriti No. 24 Telp. 0341 59302 Fax. 0341 590288, pada hari Rabu tanggal 30 Mei 2012 mulai pukul 07.30 s.d. 13.00 wib. Dan mengikuti pembukaan diklat pada pukul 13.00 wib.
- Persyaratan dan ketentuan Calon Peserta Diklat dapat menghubungi CP. Sabir, S.Pt, M.Si, No. HP. 082141353434.
- Seluruh Calon peserta pelatihan diharapkan mengisi form pendaftaran yang kemudian diserahkan kepada Panitia Penyelenggara Pelatihan. Form Pendaftaran dapat di download disini
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Tentang IA
TENTANG Inkubator agribisnis
Perkembangan lingkungan strategis dunia usaha bidang pertanian (Agribisnis), baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal, menuntut pelaku usaha untuk lebih meningkat kemampuan dan daya saingnya melalui penerapan teknologi secara lebih efektif dan efisien. Disisi lain Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dalam hal ini Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu sebagai lembaga pelatihan yang andal diharapkan dapat memberikan kontribusi yangOPTIMAL
dalam pengembangan kewirausahaan masyarakat pertanian, khususnya pelaku usaha di wilayah kerjanya dalam pengelolaan agribisnis.
Kontribusi tersebut antara lain diberikan oleh UPT Pelatihan melalui inkubator agribisnis untuk turut menghasilkan wirausahawan agribisnis sekaligus pelopor dan penggerak pembangunan pertanian di wilayah kerjanya yang sekaligus merupakan wujud kepedeulian dan pengabdian masyarakat. Hal ini dilakukan melalui dukungan layanan konsultasi dan fasilitasi pembelajaran usaha agi petani/pelaku usaha yang memerlukan pembinaan dannpendampingan sebagai pengguna jasa inkubator agribisnis/tenant yang akan diinkubasi, sehingga mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih menguntungkan.
Keberadaan inkubator agribisnis menjadi sangat penting karena pada umumnya petani kecil sangat rentan terhadap resiko terutama pada tahap awal usaha. Sejumlah ahli menyatakan bahwa pada tahap awal, petani kecil diibaratkan sebagai bayi yang lahir prematur. Bayi prematur ini biasanya memerlukan perlakuan khusus, misalnya melalui inkubasi, sehingga dapat hidup sebagaimana bayi yang lahir normal dan terrhindar dari resiko kematian. Sistem inkubasi ini kemudian diadopsi sebagai bagian dari strategi pembinaan petani kecil pada sejumlah negara.
Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam pengelolaan Inkubator Agribisnis antara lain :
Keberadaan inkubator agribisnis menjadi sangat penting karena pada umumnya petani kecil sangat rentan terhadap resiko terutama pada tahap awal usaha. Sejumlah ahli menyatakan bahwa pada tahap awal, petani kecil diibaratkan sebagai bayi yang lahir prematur. Bayi prematur ini biasanya memerlukan perlakuan khusus, misalnya melalui inkubasi, sehingga dapat hidup sebagaimana bayi yang lahir normal dan terrhindar dari resiko kematian. Sistem inkubasi ini kemudian diadopsi sebagai bagian dari strategi pembinaan petani kecil pada sejumlah negara.
Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam pengelolaan Inkubator Agribisnis antara lain :
- Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 1. subsistem hulu, yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi; 2. sub sistem primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan oleh sub sistem hulu; 3. sub sistem agribisnis hilir yaitu mengolah dan memasarkan komoditas pertanian dan 4. sub sistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan dan teknologi.
- Inkubator Agribisnis adalah suatu unit instalasi pembelajaran kewirausahaan agribisnis yang mewadahi penyelenggaraan kegiatan inkubasi agribisnis.
- Inkubasi Agribisnis adalah suatu proses pembelajaran kewirausahaan agribisnis untuk meningkatkan kompetensi pengguna jasa inkubator dalam mengakses dan memanfaatkan informasi, teknologi, agroinput, pasar, pembiayaan dan sumber daya lainnya sesuai kebutuhan, dilakukan dalam situasi nyata dan jangka waktu tertentu.
- Pengguna jasa inkubator agribisnis atau tenant adalah petani kecil di bidang agribisnis dan memerlukan layanan konsultasi/fasilitasi pembelajaran usaha, yang sedang menjalani proses inkubasi untuk jangka waktu tertentu pada inkubator agribisnis.
- Petani adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan) yang meliputi usaha hulu, usahatani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang.
- Pelaku Usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha pertanian.
- Kelompok Ahli/Konsultan/Fasilitator adalah sekelompok orang yangmeiliki kompetensi di bidang agribisnis baik widyaiswara, tenaga teknis, praktisi maupun pakar yang melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pengguna jasa inkubator agribisnis dalam proses inkubasi agribisnis.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Maksud dan Tujuan IA
maksud dan tujuan IA
Maksud dan Tujuan dari Pengelolaan Inkubator Agribisnis BBPP – Batu
A. Maksud Pengelolaan
- Meningkatkan kontribusi BBPP-Batu dalam mengembangkan wirausahawan agribisnis sekaligus pelopor dan penggerak agribisnis di wilayah kerjanya.
- Mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BBPP-Batu dalam mendukung pengembangan wirausahawan agribisnis yang mandiri di wilayah kerjanya.
- Membantu percepatan alih teknologi dari sumber-sumber teknologi ke tingkat masyarakat dengan berbagai proses dan metodologi pembelajaran.
- Mengembangkan jejaring kerja BBPP-Batu dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka pengembangan wirausahawan agribisnis di wilayah kerjanya.
- Mempercepat alih teknologi inovatif dan informasi yang dilakukan BBPP Batu sebagai wujud pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
B. Tujuan Pengelolaan
- Menumbuhkembangkan sikap dan mental kewirausahaan.
- Meningkatkan kapasitas dalam menerapkan manajemen usaha sesua idengan prinsip-prinsip agribisnis.
- Meningkatkan kapasitas dalam mengakses dan memanfaatkaninformasi, teknologi, agroinput, pasar pembiayaan dan sumber daya lainnya.
- Meningkatkan skala usaha, daya saing dan nilai tambah.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Cara Memperkenalkan Produk
Untuk sebuah perusahaan besar, biasanya tugas distributor adalah mendistribusikan produk itu ke setiap outlet yang menjadiTARGET
pasar. Namun banyak juga pabrik atau principal yang mengingkan agar distributorlah yang bertugas untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang produk mereka.
Beberapa cara untuk memperkenalkan produk baru kepada masyarakat antara lain :
Pertama, buatlah iklan yang menarik agar orang mulai mengetahui apa yang Anda tawarkan. Jika orang tidak mengenal produk Anda, maka tentunya mereka tidak akan membeli. Jika mereka tertarik pada iklan Anda, maka tentunya mereka akan melihat dan memberi perhatian. Iklan bisa dibuat dalam bentuk spanduk, pamflet, brosur atau juga iklan di surat kabar, radio dan televisi. Pastikan bahwa di dalam iklan tersebut Anda mencantumkan keunggulan dari produk Anda.
Kedua, pasanglah iklan Anda sesuai denganTARGET
yang Anda tuju. Jika yang Anda tuju adalah pedagang pasar, maka pasanglah spanduk Anda di seputar pasar. Jika yang Anda tuju adalah pemilik rumah makan, maka pasanglah spanduk di tempat-tempat keramian ataupun melalui media. Begitu pula jika target pasar Anda adalah masyarakat umum.
Ketiga, adakanlah pembagian sampel makanan secara gratis, misalnya di mall. Bisa juga di sekolah-sekoah atau kampus-kampus jika memang targetnya adalah anak sekolah atau mahasiswa.
Keempat, bekerja sama dengan toko-toko yang memiliki pengunjung yang ramai dan Anda memasang stand khusus di tempat tersebut, bisa di dalam outlet ataupun di luar outlet.
Kelima, Anda juga bisa menjadi sponsor untuk berbagai acara, misalnya di acara arisan, seminar, pameran, dan lain-lain. Dengan menjadi sponsor, maka orang-orang yang ada di tempat tersebut bisa mengetahui serta mencoba apa yang Anda tawarkan.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Menekuni Dunia Bisnis, Apakah Semudah Dalam Buku ?
Dalam sebuah buku dikatakan bahwa jika mau terjun ke dunia bisnis, tidak susah kok. Cukup dengan pilih, lakukan dan jalankan. Apakah semudah itu? Mempunyai sebuah bisnis memang tidak semudah yang dibayangkan seseorang. Bagaimana kita bisa memilih bisnis yang tepat ?
Pertama, pilihlah bisnis yang sesuai dengan hobby atau keahlian Anda. sesuatu yang anda senangi tentu akan menjadi suatu yang menantang dan bisa memberi inspirasi-inspirasi baru. sebaliknya, jika hal itu tidak Anda senangi, maka tentunya akan menjadi beban. Apalagi jika Anda sedang dihadapkan pada akesulitan-kesulitan yang luar biasa, Anda bisa dengan mudah menyerah jika apa yang anda kerjakan tidak sesuai dengan mudah menyerah jika apa yang Anda kerjakan tidak sesuai dengan hobby atau keahlian Anda.
Kedua, apakah usaha yang ingin Anda bangun ada peminatnya ? Seberapa besar pasarnya ? Jika usaha yang anda bangun belum memilikipeminat, maka tentunya Anda perlu melakukan usaha ekstra keras untuk membangun minat dan kebutuhan orang akan hal tersebut. Ingatlah bahwa anda membutuhkan waktu membangun minat dan membuat orang butuh terhadap sesuatu yang tidak mereka perlukan. Namun jika minat dan kebutuhan orang cukup besar terhadap apa yang ingin Anda jual, maka akan lebih mudah untuk menjalankan bisnis tersebut.
Ketiga, seberapa besar daya beli masyarakat terhadap produk yang ingin Anda jual. Begitu pula dengan berapa besar modal yang dibutuhkan dan kapan Anda akan mengalami break even point sehingga bisnis Anda bisa membiayai dirinya sendiri. Hal itu perlu dihitung dengan baik. Ada pula bisnis yang membutuhkan modal yang relatif lebh kecil, namun omzet yang didapat juga tidak terlalau besar. Anda perlu memikirkan hal tersebut. Jika perlu, bicaralah dengan konsultan manajemen untuk menghitungkan nilai tersebut agar anda mempunyai arah yang jelas dalam melakukan bisnis.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Menjadi Entrepreneur Yang Berhasil
Sebuah data menunukkan bahwa Amerika Serikat di tahun 2007 memiliki 11,5% entrepreneur. Singapura pada tahun 2005 memiliki7,2% entrepreneur. Banding dengan Indonesia yang pada tahun 2007 baru memiliki 0,18% entrepreneur dari 220 juta jiwa yang ada. Itu berarti masih banyak peluang yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang entrepreneur yang berhasil.
Semua bisnis baik adanya sepanjang bisnis itu dilakukan dengan jujur, memiliki prospek yang baik serta mampu menjawab kebutuhan dari pasar yang ada. Karena tentunya, walaupun bisnis itu sangat bagus tetapi kalau tidak ada pasarnya, tidak ada pembelinya, maka tentunya suatu hari bisnis itu akan mati pelan-pelan.
Bagaimana memilih suatu bisnis yang baik ? ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
Pertama, bisnis yang akan kita jalankan adalah bisnis yang sesuaia dengan hobby atau kesenangan kita. Jika bisnis yang ingin kita jalankan bukan sesuatu yang mmenyenangkan, maka tentunya hal itu akan menjadi beban. Nah, kalau hal itu menjadi beban, apakah kit akan mampu menjalankannya dengan hati yang senang ? Tentu saja tidak. Bila hati sudah tidak senang menjalankan bisnis tersebut, apakah bisnis itu akan menjadi bisnis yang berhasil ? Tentu saja tidak. Jadi pilihlah bisnis yang anda senangi, jika perlu sesuai dengan hobby anda.
Pertama, bisnis yang akan kita jalankan adalah bisnis yang sesuaia dengan hobby atau kesenangan kita. Jika bisnis yang ingin kita jalankan bukan sesuatu yang mmenyenangkan, maka tentunya hal itu akan menjadi beban. Nah, kalau hal itu menjadi beban, apakah kit akan mampu menjalankannya dengan hati yang senang ? Tentu saja tidak. Bila hati sudah tidak senang menjalankan bisnis tersebut, apakah bisnis itu akan menjadi bisnis yang berhasil ? Tentu saja tidak. Jadi pilihlah bisnis yang anda senangi, jika perlu sesuai dengan hobby anda.
Kedua, mulailah dengan bisnis yang tidak terlalu besar namun bisa dijangkau oleh kemampuan anda, baik kemampuan secara finansial maupun kemampuan secara teknis dan manajerial. Jika anda ingin memulai binisn yang diluar batas kemampuan Anda, baik secara finansial, teknis maupun manajerial Anda, maka tentunya Anda akan memiliki banyak kesulitan karena Anda akan bertemu dengan berbagai macam tantanganyang mungkinsulit diselesaikan. Karena itu, mulailah sesuatu yang sesuai dengaan kemampuan keuangan anda, bisa Anda jalankan sendiri serta mampu melakukan kontrol yang baik.
Ketiga, jadikanlah bisnis itu bukan hanya sekedar hobby tetapi menjadi industri. Hobby adalah sesuatu yang kita lakukan saat kita sedang ada waktu atau lagi senang melakukannya. Sementara industri adalah sesuatu yang kita lakukan karena suda menjadi seperti sebuah mesin yang harus berputar walapun kita sedang merasa tidaak senangmelakukannya. Jadi hobby lebih didasarkan pada perasaan sedangkan industri didasarkan pada komitmen. Apa jadinya jika sebuah toko atau rumah makan yang dibuka karena perasaan pemiliknya sedang lagi mood, sedangkan kalau dia lagi tidak mood, toko atau rumah makannya ditutup? Tentu pelanggannya akan lari karena tidak ada kepastian kapan toko atau rumah itu dibuka. Begitu pula dengan industri lainnya. Jadi sekali anda berkomitmen untuk membuka sebuah usaha, pastikan usaha itu berjalan bukan karena perasaan enak atau senang tetapi karena sebuah komitmen yang jelas. Sehingga customer atau pelanggan Anda tidak akan bingung.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Website 2012
Untuk yang kesekian kalinya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pertemuan koordinasi Website. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai upaya mengkoordinasikan dan meningkatkan motivasi dari pengelola website BPPSDMP lingkup Pusat dan Unit Pelaksana Teknis.
|
Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di Hotel
Mutiara Yogyakarta pada tanggal 29 s.d. 31 Mei 2012 dan Pertemuan diikuti 45 Peserta penanggung jawab dan pengelola website yang berasal dari empat eselon II Kantor Pusat , dan 20 Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris BPPSDMP Dr. Ir. Edi Abdurahman MS, MSc dalam arahannya menyampaikan beberapa hal terkait dengan kebijakan BPPSDMP menuju e-Goverment. BPPSDMP harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah, mengelola, menyalurkan serta mendistribusikan informasi kepada publik. “Inpres No.3/2003 mengharuskan kita untuk menyelenggarakan e-Gov”.
E-Gov merupakan bentuk layanan instansi pemerintah kepada masyarakat menggunakan teknologi informasi (komputerisasi). Ada 4 (empat) tahap yang harus dilalui yaitu : tahap awal dalam penyelenggaraan e-Gov adalah menyediakan informasi melalui situs web instansi. Tahap II: menyediakan fasilitas interaksi seperti forum konsultasi pertanian, Sistem Informasi Pasar Pertanian, dll. Tahap III: menyediakan fasilitas transaksi seperti perizinan, E-Procurement, EDI, dll. Selanjutnya pada tahap IV: semua aspek layanan dikomputerisasi.
Saat ini, salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan mempunyai website kelembagaan. Sebagaimana diketahui bahwa seluruh unit kerja di lingkup BPPSDMP sudah mempunyai website, namun demikian dalam hal pengelolaan masih belum seluruhnya menjadi prioritas yang sungguh-sungguh. Diperlukan teknik khusus memotivasi seluruh pimpinan kelembagaan lingkup BPPSDMP agar dapat lebih terpacu dalam melaksanakan tugas arah kebijakan E-Gov ini.
Sekretaris Badan juga mengungkapkan bahwa pimpinan kelembagaan merupakan faktor utama dan kunci keberhasilan dalam pengembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Apabila dikaitkan dengan Key Performance Index (KPI), maka kemampuan pimpinan kelembagaan dalam pengembangan TIK tersebut merupakan salah satu poin kriteria penilaian kinerja pejabat khususnya di lingkup BPPSDMP.
Oleh : Pararto Wicaksono dan Yongki Hartantyo
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Mengenal Teknis Pemotongan
“Bagian yang disembelih adalah dengan memotong mari’ (kerongkongan), hulqum (jalan pernapasan) dan dua urat darah pada bagian leher. Hewan yang akan disembelih harus hewan yang dihalalkan agama. Alat untuk menyembelih harus tajam dan bisa terbuat dari logam, kayu atau batu. Orang yang menyembelih sebaiknya beragama Islam, lelaki, dewasa, berakal dan tidak melalaikan sholat. Syarat menyembelih antara lain menyebut nama Allah, menghadapkan ke kiblat, dan niat untuk menyembelih” (Nuhriawangsa, 1999).
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
1. PERLAKUAN TERNAK SEBELUM DIPOTONG
Kondisi ternak sebelum dipotong harus bersyarat sehat dan segar, oleh sebab itu setelah ternak tiba di rumah potong harus diistirahatkan terlebih dulu sampai kondisi ternak kembali segar. Pada ternak besar, betina bertanduk boleh dipotong dengan syarat :
1. Tidak dipotong untuk diperjualbelikan
2. Betina tersebut mendapat kecelakaan
3. Betina tersebut terkena penyakit yang menimbulkan kematian
4. Betina tersebut membahayakan manusia
5. Menurut peraturan yang dibuat harus disembelih (umumnya dalam rangka memberantas penyakit
Kondisi ternak sebelum dipotong harus bersyarat sehat dan segar, oleh sebab itu setelah ternak tiba di rumah potong harus diistirahatkan terlebih dulu sampai kondisi ternak kembali segar. Pada ternak besar, betina bertanduk boleh dipotong dengan syarat :
1. Tidak dipotong untuk diperjualbelikan
2. Betina tersebut mendapat kecelakaan
3. Betina tersebut terkena penyakit yang menimbulkan kematian
4. Betina tersebut membahayakan manusia
5. Menurut peraturan yang dibuat harus disembelih (umumnya dalam rangka memberantas penyakit
Kandang untuk tempat beristirahat ternakpun harus cukup luas dan nyaman. Dan pada saat ternak beristirahat harus segera dilakukan pemeriksaan ante mortem karena hal ini merupakan salah satu pencegahan penyakit terhadap konsumen. Perlakuan yang kasar terhadap ternak yang akan dipotong akan menyebabkan memar pada daging sehingga menurunkan kualitas karkas.
Ternak sebelum disembelih sebaiknya dipuasakan dahulu selama 12 sampai 24 jam. Ternak diistirahatkan mempunyai maksud agar ternak tidak stres,darah dapat keluar sebanyak mungkin dan cukup tersedia energi agar proses rigormortis berjalan sempurna. Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap yang biasa disebut dark cutting meat, karena ternak mengalami stress (Beef Stress Syndrome), sehingga sekresi hormon adrenalin meningkat yang akan menggangu metabolisme glikogen pada otot.
Pengistirahatan ternak dapat dilaksanakan dengan pemuasaan atau tanpa pemuasaan. Pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh berat tubuh kososng (BTK = bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu) dan mempermudah proses penyembelihan bagi ternak agresif dan liar. Pengistirahatan tanpa pemuasaan bermaksud agar ketika disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin dan ternak tidak mengalami stress.
Ternak sebelum disembelih sebaiknya dipuasakan dahulu selama 12 sampai 24 jam. Ternak diistirahatkan mempunyai maksud agar ternak tidak stres,darah dapat keluar sebanyak mungkin dan cukup tersedia energi agar proses rigormortis berjalan sempurna. Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap yang biasa disebut dark cutting meat, karena ternak mengalami stress (Beef Stress Syndrome), sehingga sekresi hormon adrenalin meningkat yang akan menggangu metabolisme glikogen pada otot.
Pengistirahatan ternak dapat dilaksanakan dengan pemuasaan atau tanpa pemuasaan. Pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh berat tubuh kososng (BTK = bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu) dan mempermudah proses penyembelihan bagi ternak agresif dan liar. Pengistirahatan tanpa pemuasaan bermaksud agar ketika disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin dan ternak tidak mengalami stress.
2. CARA PEMOTONGAN TERNAK
Proses pemotongan ternak di Indonesia harus benar – benar memperhatikan hukum – hukum agama Islam. Ada dua (2) cara yang digunakan di Indonesia :
a. Tanpa pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di rumah potong – rumah potong hewan (RPH) tradisional. Proses penyembelihan dengan cara ini, ternak direbahkan secara paksa menggunakan tali temali yang diikatkan pada kaki – kaki ternak yang dihubungkan dengan ring – ring besi yang tertanam pada pada lantai RPH.
b. Dengan pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di RPH – RPH modern, dengan maksud agar ternak tidak menderita dan aman bagi yang memotong. Ada beberapa cara proses pemingasanan :
Proses pemotongan ternak di Indonesia harus benar – benar memperhatikan hukum – hukum agama Islam. Ada dua (2) cara yang digunakan di Indonesia :
a. Tanpa pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di rumah potong – rumah potong hewan (RPH) tradisional. Proses penyembelihan dengan cara ini, ternak direbahkan secara paksa menggunakan tali temali yang diikatkan pada kaki – kaki ternak yang dihubungkan dengan ring – ring besi yang tertanam pada pada lantai RPH.
b. Dengan pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di RPH – RPH modern, dengan maksud agar ternak tidak menderita dan aman bagi yang memotong. Ada beberapa cara proses pemingasanan :
Pemingsanan dengan cara memukulkan palu yang terbuat dari kayu keras pada bagian atas dahi sehingga, sehingga ternak jatuh dan tidak sadar.
Pemingsanan dilakukan dengan menggunakan senapan yang mempunyai “pen” dengan tujuan pen ini akan mengenai tempurung otak sehingga ternak roboh dan pingsan. Pemingsanan menggunakan sengatan listrik, dengan voltase rendah menggunakan arus bolak balik pada frekuensi 50 cycles/menit, tegangan 75 volt, kuat arus 250 mA selama 10 detik atau voltase tinggi dengan tegangan 200 – 400 volt selama 2 detik.
Cara pemotongan dengan metode pemingsanan banyak menimbulkan perbincangan halal dan tidaknya daging yang dihasilkan. Pada kondisi pingsan, ternak akan ambruk dan tidak bergerak lagi, praktis pada saat pemotongan ternak tidak meronta dan tidak merasakan sakit. Tetapi pada kenyataannya berdasarkan hasil Elektro Cardiogram ternak lebih merasakan tekanan rasa kesakitan dan proses pengeluaran darah tidak sempurna sehingga menghasilkan daging yang tidak sehat “Unhealthy Meat”.
Berdasarkan hasil paparan Elektro Enchepalogram oleh Prof Schultz dan Drs. Hazim menyatakan bahwa ketajaman yang mengiris leher sapi tidak menyentuh saraf rasa sakit.
|
Sapi meronta dan menegangkan otot bukan ekspresi kesakitan tetapi ekspresi keterkejutan otot pada saat darah mengalir keluar dengan deras.
3. PENGULITAN
Pengulitan dimulai setelah dilakukan pemotongan kepala dan ke empat bagian kaki bawah. Pengulitan bisa dilakukan dilantai, digantung dan menggunakan mesin. Pengulitan diawali dengan membuat irisan panjang pada kulit sepanjang garis tengah dada dan bagian perut. Irisan dilanjutkan sepanjang permukaan dalam kaki, dan kulit dipisahkan mulai dari ventral ke arah punggung tubuh dan diakhiri dengan pemotongan ekor.
4. EVISERASI
Kegiatan ini bertujuan untuk mengeluarkan organ pencernaan (rumen, intestinum, hati, empedu) dan isi rongga dada (jantung, eshopagus, paru, trachea).
Tahap – tahap eviserasi dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut :
|
4. Belah bonggol pelvic dan pisahkan kedua tulang pelvic5. Buat irisan sekitar anus dan tutup dengan kantung plastik 6. Pisahkan eshopagus dari trachea7. Keluarkan kandung kencing dan uterus jika ada8. Keluarkan organ perut yang terdiri dari intestinum, mesenterium, rumen dan bagian lain dari lambung serta hati dan empedu9. Diafragma dibuka dan keluarkan organ dada (pluck) yang terdiri dari jantung, paru – paru dan trachea.
Organ ginjal tetap berada didalam badan menjadi bagian dari karkas.
5. PEMBELAHAN
Pembelahan dilakukan dengan membagi karkas menjadi dua bagian sebelah kanan dan kiri dengan menggunakan gergaji tepat pada garis tengah punggung. Karkas dirapikan dengan melakukan pemotongan pada bagian – bagian yang kurang bermanfaat dan ditimbang untuk memperoleh berat karkas segar. Pemotongan dilaksanakan untuk menghilangkan sisa – sisa jaringan kulit, bekas memar, rambut dan sisa kotoran.
Pembelahan dilakukan dengan membagi karkas menjadi dua bagian sebelah kanan dan kiri dengan menggunakan gergaji tepat pada garis tengah punggung. Karkas dirapikan dengan melakukan pemotongan pada bagian – bagian yang kurang bermanfaat dan ditimbang untuk memperoleh berat karkas segar. Pemotongan dilaksanakan untuk menghilangkan sisa – sisa jaringan kulit, bekas memar, rambut dan sisa kotoran.
6. POTONGAN PRIMAL KARKAS SAPI
Potongan setengah dari karkas sapi, dipotong lagi menjadi seperempat yang meliputi :
Potongan setengah dari karkas sapi, dipotong lagi menjadi seperempat yang meliputi :
- Potongan seperempat bagian depan yang terdiri dari bahu (chuck) termasuk leher, rusuk, paha depan, dada (breast) yang terbagi menjadi dua, yaitu dada depan (brisket) dan dada belakang (plate)
- Bagian seperempat belakang yang terdiri dari paha (round), dan paha atas (rump), loin yang terdiri sirloin dan shortloin, flank beserta ginjal dan lemak yang menyeliputinya.
- Pemisahan bagian karkas seperempat depan dan seperempat belakang dilakukan diantara rusuk 12 dan 13 (rusuk terakhir diikutkan pada seperempat belakang). Cara pemotongan primal karkas adalah sebagai berikut:
- Hitung tujuh vertebral centra kearah depan (posisi karkas tergantung ke bawah), dari perhubungan sacralumbar.
- Potong tegak lurus vertebral column dengan gergaji.
- Pisahkan bagian seperempat depan dari seperempat belakang dengan pemotongan melalui otot-otot intercostals danabdominal mengikuti bentuk melengkung dari rusuk ke-12.
- Pisahkan bagian bahu dari rusuk dengan memotong tegak lurus melalui vertebral column dan otot-otot intercostals atau antara rusuk ke-5 dan ke-6.
- Pisahkan rusuk dari dada belakang dengan membuat potongan dari anterior ke posterior.
- Pisahkan bahu dari dada depan dengan memotong tegak lurus rusuk ke-5, kira-kira arah proksimal terhadap tulang siku (olecranon).
- Paha depan juga dapat dipisahkan.
- Cara pemotongan primal karkas seperempat belakang sebagai berikut :
- Pemisahan ekses lemak dekat pubis dan bagian posterior otot abdomianal.
- Pisahkan flank dengan memotong dari ujung distal tensor fascialata, anterior dari rectus femoris ke arah rusuk ke-13 (kira-kira 20 cm dari vertebral column).
- Pisahkan bagian paha dari paha atas dengan memotong melalui bagian distal terhadap ichium kira-kira berjarak 1 cm, sampai bagian kepala dari femur.
- Pisahkan paha atas dari sirloin dengan potongan melewati antara vertebral sacral ke-4 dan ke-5 dan berakhir pada bagian ventral terhadap acetabulum pelvis.
- Sirloin dipisahkan dari shortloin dengan suatu potongan tegak lurus terhadap vertebral column dan melalui vertebral lumbar antara lumbar ke-5 dan ke-6.
7. PENUTUP
Dalam rangka menjamin bahan pangan asal hewan khususnya karkas, daging, dan jeroan ruminansia yang aman, sehat, dan halal diperlukan Rumah Potong Hewan yang memenuhi persyaratan. Kegiatan pemotongan hewan mempunyai risiko penyebaran dan / atau penularan penyakit hewan menular termasuk penyakit zoonotik dan / atau penyakit yang ditularkan melalui daging (meat borne disease) yang mengancam kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,

