Arsip Blog
-
▼
2015
(13)
-
▼
Juli
(13)
- Menjadi wirausaha, sebuah harapan dan tantangan
- Instansi diminta Gunakan Aplikasi SAPK untuk Database
- Pemanggilan Calon Peserta Diklat Dasar Bagi Penyul...
- Tentang IA
- Maksud dan Tujuan IA
- Cara Memperkenalkan Produk
- Menekuni Dunia Bisnis, Apakah Semudah Dalam Buku ?
- Menjadi Entrepreneur Yang Berhasil
- RESOLUSI SWASEMBADA DAGING DAN SUSU MELALUI OPTIMA...
- PRAKTEK KOMPETENSI PESERTA DIKLAT BAGI PENYULUH PE...
- Untung mana memelihara sapi atau domba ?
- Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Website 2012
- Mengenal Teknis Pemotongan
-
▼
Juli
(13)
Diberdayakan oleh Blogger.
PRAKTEK KOMPETENSI PESERTA DIKLAT BAGI PENYULUH PERTANIAN AHLI
PRAKTEK KOMPETENSI PESERTA DIKLAT BAGI PENYULUH PERTANIAN AHLI
DI UPT-BP KECAMATAN NGANTANG
Strategi mewujudkan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas, adalah melalui peningkatan kualifikasi aparat pertanian dan kualifikasi spesialisasi jabatan. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, peranan Penyuluh Pertanian menjadi semakin strategis dalam memfasilitasi proses pemberdayaan petani dan keluarganya. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan Penyuluh Pertanian dalam mengidentifikasi kebutuhan dan potensi petani dan pelaku agribisnis lainnya menjadi penting.
Pada tanggal 26 April s.d 01 Mei 2014, Divisi Diklat Penyuluhan BBPP Batu telah melaksanakan kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan (UPT-BP) Kecamatan Ngantang. Pelaksanaan kegiatan praktek kompetensi terfokus di tiga desa yang meliputi desa Kaumrejo, desa Sumberagung dan desa Pandansari yang merupakan desa yang terkena langsung dampak erupsi gunung kelud.
Praktek kompetensi merupakan kegiatan yang dilakukan guna memenuhi persyaratan untuk memenuhi kurikulum diklat tersebut diatas dan mecapai tujuan dari kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar yang diharapkan peserta mampu melakukan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan pendekatan PRA, menyusun programa penyuluhan tingkat desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, menyusun materi penyuluhan pertanian, memilih metode penyuluhan, membuat alat bantu atau media penyuluhan, serta melakukan kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah desa yang ditempati kegiatan praktek kompetensi.
Tujuan dilaksanakan praktik kompetensi bagi peserta diklat adalah; a) Mengaplikasikan materi diklat yang diterima selama proses belajar mengajar di ruang kelas seperti; Identifikasi potensi wilayah, Menyusun programa penyuluhan pertanian, menyusun rencan kerja, melakukan evaluasi penyuluhan pertanian.b) Memupuk rasa percaya diri peserta diklat dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian, c) Meningkatkan kompetensi peserta diklat sebagai penyuluh pertanian ahli.
Kegiatan praktek kompetensi ini dilaksanakan berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia nomor 5/PER/KP.430/J/1/10 tanggal 18 Januari 2010 tentang pedoman umum penyelenggaran diklat fungsional bagi penyuluh pertanian, dimana disebutkan bahwa kurikulum diklat dasar bagi penyuluh pertanian ahli terdiri dari 150 jam pelajaran (JP) termasuk diantaranya 56 JP untuk kegiatan praktek kompetensi.
Peserta diklat dalam kegiatan praktek kompetensi merasa sangat senang hal ini ditunjukkan dengan antusiasPARA
peserta diklat untuk melakukan anjangsana di rumah masyarakat desa dan bersama-sama mengikuti kegiatan bapak, ibu serta pemuda tani desa dilapangan. Dari kegiatan praktek kompetensi masyarakat desa sangat terbuka dan siap untuk ditempati sebagai lokasi kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan oleh Divisi Diklat Penyuluhan Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.
TIPS PERSIAPAN KEGIATAN PENYULUHAN
Penyuluhan pertanian ialah suatu sistem pendidikan non formal di luar bangku sekolah, berfungsi menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dengan tujuan agar petani dan nelayan dapat bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines) dan hidup lebih sejahtera (better living).
Perencanaan kegiatan penyuluhan adalah proses pembuatan keputusan tentang arah kegiatan penyuluhan didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian memerlukan persiapan yang baik supaya tujuan perubahan perilaku pelaku utama dapat tercapai.
Dalam mempersiapkan kegiatan penyuluhan, setidaknya ada 4 (empat) hal yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu:
Pada tanggal 26 April s.d 01 Mei 2014, Divisi Diklat Penyuluhan BBPP Batu telah melaksanakan kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan (UPT-BP) Kecamatan Ngantang. Pelaksanaan kegiatan praktek kompetensi terfokus di tiga desa yang meliputi desa Kaumrejo, desa Sumberagung dan desa Pandansari yang merupakan desa yang terkena langsung dampak erupsi gunung kelud.
Praktek kompetensi merupakan kegiatan yang dilakukan guna memenuhi persyaratan untuk memenuhi kurikulum diklat tersebut diatas dan mecapai tujuan dari kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar yang diharapkan peserta mampu melakukan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan pendekatan PRA, menyusun programa penyuluhan tingkat desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, menyusun materi penyuluhan pertanian, memilih metode penyuluhan, membuat alat bantu atau media penyuluhan, serta melakukan kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah desa yang ditempati kegiatan praktek kompetensi.
Tujuan dilaksanakan praktik kompetensi bagi peserta diklat adalah; a) Mengaplikasikan materi diklat yang diterima selama proses belajar mengajar di ruang kelas seperti; Identifikasi potensi wilayah, Menyusun programa penyuluhan pertanian, menyusun rencan kerja, melakukan evaluasi penyuluhan pertanian.b) Memupuk rasa percaya diri peserta diklat dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian, c) Meningkatkan kompetensi peserta diklat sebagai penyuluh pertanian ahli.
Kegiatan praktek kompetensi ini dilaksanakan berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia nomor 5/PER/KP.430/J/1/10 tanggal 18 Januari 2010 tentang pedoman umum penyelenggaran diklat fungsional bagi penyuluh pertanian, dimana disebutkan bahwa kurikulum diklat dasar bagi penyuluh pertanian ahli terdiri dari 150 jam pelajaran (JP) termasuk diantaranya 56 JP untuk kegiatan praktek kompetensi.
Peserta diklat dalam kegiatan praktek kompetensi merasa sangat senang hal ini ditunjukkan dengan antusiasPARA
TIPS PERSIAPAN KEGIATAN PENYULUHAN
Penyuluhan pertanian ialah suatu sistem pendidikan non formal di luar bangku sekolah, berfungsi menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dengan tujuan agar petani dan nelayan dapat bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines) dan hidup lebih sejahtera (better living).
Perencanaan kegiatan penyuluhan adalah proses pembuatan keputusan tentang arah kegiatan penyuluhan didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian memerlukan persiapan yang baik supaya tujuan perubahan perilaku pelaku utama dapat tercapai.
Dalam mempersiapkan kegiatan penyuluhan, setidaknya ada 4 (empat) hal yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu:
Melakukan identifikasi tujuan penyuluhan.
Menentukan tujuan penyuluhan yang didasarkan atas kebutuhan pelaku utama yang menjadi prioritas begitu penting, karena dapat menentukan indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, berhasil atau gagalnya sangat tergantung dari ketercapaian tujuan ini. Karena upaya pemenuhan kebutuhan ialah hal yang sangat dibutuhkan oleh sasaran sehingga kebutuhan dan bentuk penyajian ketika kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan baik.
.
.
Penentuan kriteria dan instrumen evaluasi
Menentukan ranah tujuan penyuluhan juga bisa dijadikan dasar menentukan teknik evaluasi yang akan digunakan. Ada tiga ranah yang meliputi; 1) Jika tujuannya ranah kognitif, maka instrumen tes menggunakan tes tertulis, 2) Jika tujuannya ranah affektif, maka instrumennya observasi (personal dan kelompok) atau instrumen tanya jawab langsung, 3) Jika tujuannya ranah psikomotor, maka instrumennya tess unjuk kerja dan penugasan.
Penentuan metode dan media penyuluhan
Metode penyuluhan yang efektip adalah yang mengkombinasikan beberapa metode. Metoda yang diterapkan harus mampu merangsang sasaran untuk selalu siap (dalam arti sikap dan pikiran) dan dengan sukahati melakukan perubahan-perubahandemi perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarganya dan masyarakatnya.
Pendampingan teknologi tidak cukup hanya dilakukan penyuluh pertanian melalui kunjungan, pertemuan kelompoktani dengan penyampaian materi secara lisan, tetapi juga diperlukan adanya dukungan materi teknologi yang akan berguna sebagai dokumentasi bagi petani.
Pendampingan teknologi tidak cukup hanya dilakukan penyuluh pertanian melalui kunjungan, pertemuan kelompoktani dengan penyampaian materi secara lisan, tetapi juga diperlukan adanya dukungan materi teknologi yang akan berguna sebagai dokumentasi bagi petani.
Persiapan administrasi penyuluhan.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya penyuluh sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No : Per/02/Menpan/2/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya. Dalam memenuhi beberapa unsur kegiatan yang dapat dilakukan oleh penyuluh pertanian salah satunya menyampaikan materi informasi pertanian, diharapkan penyuluh dapat melaksanakan dan mendokumentasikan setiap kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan. Berkas dokumen yang harus dipersiapkan diantaranya daftar hadir peserta,RESUME
materi dan lembar persiapan menyuluh (LPM).
Dengan mempersiapkan kegiatan penyuluhan pertanian secara benar oleh penyuluh pertanian maka diharapkan tujuan perubahan yang meliputi ranah pengetahuan, ketrampilan maupun sikap pelaku utama dapat tercapai sesuai harapan.
Dengan mempersiapkan kegiatan penyuluhan pertanian secara benar oleh penyuluh pertanian maka diharapkan tujuan perubahan yang meliputi ranah pengetahuan, ketrampilan maupun sikap pelaku utama dapat tercapai sesuai harapan.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Peternakan,
Untung mana memelihara sapi atau domba ?
Ada pertanyaan yang menggelitik…. ; mana untung memelihara sapi, atau domba ?. Saya jawab dengan tegas ………, untung memelihara domba dong ( maaf kepadaPARA
peternak sapi….., ini masalah keyakinan, yang kabarnya dilindungi Undang Undang).
Perhitungan saya sederhana ; bila kita punya modal katakan Rp 15 juta dan kita belikan sepasang induk sapi, maka dengan uangsama kita akan mendapat 10 ekor induk betina dan 2 ekor jantan domba. Setahun kemudian, kita akan mendapat 1 ekor anak sapi, atau sedikitnya kita akan memperoleh 20 ekor anak domba (masa hamil domba Cuma 5 bulan, sapi 11 bulan). Setelah dewasa, pendapatan kotor dari sapi Rp 7.5 juta, sedang domba Rp 30 juta.
Itulah gambaran peluang usaha, bisa ya bisa juga tidak benar….., paling tidak, itulah gambaran mimpi seorang peternak. Walaupun untuk mewujudkannya perlu usaha keras dan memerlukan perhitungan dan pertimbangan yang matang terutama dalam hal kebutuhan & biaya pakan, perawatan kesehatan ternak, serta upayaOPTIMAL
mereproduksi indukan domba.
Pakan domba, adalah rumput dan hijauan kadang diberi makanan tambahan berupa konsentrat untuk memacu pertumbuhan dan berat ternak. Usahakan biaya pakan serendah mungkin, misalnya dengan memanfaatkan lahan/tegalan milik perhutani, rumputan dari pematang sawah, atau lahan sendiri. Tenaga tukang arit, bila tidak jauh sumber pakannya dapat menangani 50 ekor domba sehingga biaya pakan adalah biaya tukang arit. Pada kondisi tertentu (musim kemarau/lahan terbatas), sumber pakan dapat memanfaatkan limbah pasar, limbah industri makanan dll.
Pakan domba, adalah rumput dan hijauan kadang diberi makanan tambahan berupa konsentrat untuk memacu pertumbuhan dan berat ternak. Usahakan biaya pakan serendah mungkin, misalnya dengan memanfaatkan lahan/tegalan milik perhutani, rumputan dari pematang sawah, atau lahan sendiri. Tenaga tukang arit, bila tidak jauh sumber pakannya dapat menangani 50 ekor domba sehingga biaya pakan adalah biaya tukang arit. Pada kondisi tertentu (musim kemarau/lahan terbatas), sumber pakan dapat memanfaatkan limbah pasar, limbah industri makanan dll.
Perawatan & kesehatan ternak, bila domba dipelihara oleh seorang tukang (bisa merangkap tukang arit) yang terampil dan berpengalaman, tidak perlu terlalu dirisaukan. Biaya untuk perawatan & kesehatan ternak, relatif rendah. Yang perlu dipelajari sebelumnya, apakah daerah peternakan (tanya dinas peternakan) tercatat sebagai daerah endemik penyakit ternak berbahaya?. Bila bukan daerah endemik, perawatan rutin dapat dilaksanakan sendiri dengan resiko kematian rendah.
Optimalisasi reproduksi, untuk usaha ternak adalah bagian penting dari sekian banyak keterampilan yang perlu disiapkan oleh calon peternak. Untuk 1- 2 ekor, masalah pengamatan individu indukan misalnya ; saat birahi, hamil dan akan beranak , akan lebih mudah dibanding kita memiliki banyak ternak. Bagaimana ternak agar terus berproduksi, minimum 3 kali dalam 2 tahun, bagaimana menangani kelahiran dan resiko kematian induk & anaknya, itu adalah bagian dari upaya optimalisasi produksi.
Optimalisasi reproduksi, untuk usaha ternak adalah bagian penting dari sekian banyak keterampilan yang perlu disiapkan oleh calon peternak. Untuk 1- 2 ekor, masalah pengamatan individu indukan misalnya ; saat birahi, hamil dan akan beranak , akan lebih mudah dibanding kita memiliki banyak ternak. Bagaimana ternak agar terus berproduksi, minimum 3 kali dalam 2 tahun, bagaimana menangani kelahiran dan resiko kematian induk & anaknya, itu adalah bagian dari upaya optimalisasi produksi.
Kesimpulan :
Usaha ternak domba & kambing merupakan usaha serius tapi santai. Petani/peternak dapat mengusahakan ternaknya tanpa perlu meres meres, atau nyemprot nyemprot dengan air untuk bersih bersih kandang sehingga berternak domba bisa merupakan usaha sambilan (maaf peternak sapi, maklum kami belum punya sapi jadi belum punya pengalaman ).
Modal, tidak perlu besar. Hasilnya dapat dijual seperlunya, indukan dapat terus dimanfaatkan sebagai mesin reproduksi. Lebih lucu, dapat diajak becanda. Sapi selalu serius.
Usaha ternak domba & kambing merupakan usaha serius tapi santai. Petani/peternak dapat mengusahakan ternaknya tanpa perlu meres meres, atau nyemprot nyemprot dengan air untuk bersih bersih kandang sehingga berternak domba bisa merupakan usaha sambilan (maaf peternak sapi, maklum kami belum punya sapi jadi belum punya pengalaman ).
Modal, tidak perlu besar. Hasilnya dapat dijual seperlunya, indukan dapat terus dimanfaatkan sebagai mesin reproduksi. Lebih lucu, dapat diajak becanda. Sapi selalu serius.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Peternakan,
Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Website 2012
Untuk yang kesekian kalinya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pertemuan koordinasi Website. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai upaya mengkoordinasikan dan meningkatkan motivasi dari pengelola website BPPSDMP lingkup Pusat dan Unit Pelaksana Teknis.
|
Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di Hotel
Mutiara Yogyakarta pada tanggal 29 s.d. 31 Mei 2012 dan Pertemuan diikuti 45 Peserta penanggung jawab dan pengelola website yang berasal dari empat eselon II Kantor Pusat , dan 20 Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris BPPSDMP Dr. Ir. Edi Abdurahman MS, MSc dalam arahannya menyampaikan beberapa hal terkait dengan kebijakan BPPSDMP menuju e-Goverment. BPPSDMP harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah, mengelola, menyalurkan serta mendistribusikan informasi kepada publik. “Inpres No.3/2003 mengharuskan kita untuk menyelenggarakan e-Gov”.
E-Gov merupakan bentuk layanan instansi pemerintah kepada masyarakat menggunakan teknologi informasi (komputerisasi). Ada 4 (empat) tahap yang harus dilalui yaitu : tahap awal dalam penyelenggaraan e-Gov adalah menyediakan informasi melalui situs web instansi. Tahap II: menyediakan fasilitas interaksi seperti forum konsultasi pertanian, Sistem Informasi Pasar Pertanian, dll. Tahap III: menyediakan fasilitas transaksi seperti perizinan, E-Procurement, EDI, dll. Selanjutnya pada tahap IV: semua aspek layanan dikomputerisasi.
Saat ini, salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan mempunyai website kelembagaan. Sebagaimana diketahui bahwa seluruh unit kerja di lingkup BPPSDMP sudah mempunyai website, namun demikian dalam hal pengelolaan masih belum seluruhnya menjadi prioritas yang sungguh-sungguh. Diperlukan teknik khusus memotivasi seluruh pimpinan kelembagaan lingkup BPPSDMP agar dapat lebih terpacu dalam melaksanakan tugas arah kebijakan E-Gov ini.
Sekretaris Badan juga mengungkapkan bahwa pimpinan kelembagaan merupakan faktor utama dan kunci keberhasilan dalam pengembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Apabila dikaitkan dengan Key Performance Index (KPI), maka kemampuan pimpinan kelembagaan dalam pengembangan TIK tersebut merupakan salah satu poin kriteria penilaian kinerja pejabat khususnya di lingkup BPPSDMP.
Oleh : Pararto Wicaksono dan Yongki Hartantyo
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
Mengenal Teknis Pemotongan
“Bagian yang disembelih adalah dengan memotong mari’ (kerongkongan), hulqum (jalan pernapasan) dan dua urat darah pada bagian leher. Hewan yang akan disembelih harus hewan yang dihalalkan agama. Alat untuk menyembelih harus tajam dan bisa terbuat dari logam, kayu atau batu. Orang yang menyembelih sebaiknya beragama Islam, lelaki, dewasa, berakal dan tidak melalaikan sholat. Syarat menyembelih antara lain menyebut nama Allah, menghadapkan ke kiblat, dan niat untuk menyembelih” (Nuhriawangsa, 1999).
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
1. PERLAKUAN TERNAK SEBELUM DIPOTONG
Kondisi ternak sebelum dipotong harus bersyarat sehat dan segar, oleh sebab itu setelah ternak tiba di rumah potong harus diistirahatkan terlebih dulu sampai kondisi ternak kembali segar. Pada ternak besar, betina bertanduk boleh dipotong dengan syarat :
1. Tidak dipotong untuk diperjualbelikan
2. Betina tersebut mendapat kecelakaan
3. Betina tersebut terkena penyakit yang menimbulkan kematian
4. Betina tersebut membahayakan manusia
5. Menurut peraturan yang dibuat harus disembelih (umumnya dalam rangka memberantas penyakit
Kondisi ternak sebelum dipotong harus bersyarat sehat dan segar, oleh sebab itu setelah ternak tiba di rumah potong harus diistirahatkan terlebih dulu sampai kondisi ternak kembali segar. Pada ternak besar, betina bertanduk boleh dipotong dengan syarat :
1. Tidak dipotong untuk diperjualbelikan
2. Betina tersebut mendapat kecelakaan
3. Betina tersebut terkena penyakit yang menimbulkan kematian
4. Betina tersebut membahayakan manusia
5. Menurut peraturan yang dibuat harus disembelih (umumnya dalam rangka memberantas penyakit
Kandang untuk tempat beristirahat ternakpun harus cukup luas dan nyaman. Dan pada saat ternak beristirahat harus segera dilakukan pemeriksaan ante mortem karena hal ini merupakan salah satu pencegahan penyakit terhadap konsumen. Perlakuan yang kasar terhadap ternak yang akan dipotong akan menyebabkan memar pada daging sehingga menurunkan kualitas karkas.
Ternak sebelum disembelih sebaiknya dipuasakan dahulu selama 12 sampai 24 jam. Ternak diistirahatkan mempunyai maksud agar ternak tidak stres,darah dapat keluar sebanyak mungkin dan cukup tersedia energi agar proses rigormortis berjalan sempurna. Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap yang biasa disebut dark cutting meat, karena ternak mengalami stress (Beef Stress Syndrome), sehingga sekresi hormon adrenalin meningkat yang akan menggangu metabolisme glikogen pada otot.
Pengistirahatan ternak dapat dilaksanakan dengan pemuasaan atau tanpa pemuasaan. Pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh berat tubuh kososng (BTK = bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu) dan mempermudah proses penyembelihan bagi ternak agresif dan liar. Pengistirahatan tanpa pemuasaan bermaksud agar ketika disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin dan ternak tidak mengalami stress.
Ternak sebelum disembelih sebaiknya dipuasakan dahulu selama 12 sampai 24 jam. Ternak diistirahatkan mempunyai maksud agar ternak tidak stres,darah dapat keluar sebanyak mungkin dan cukup tersedia energi agar proses rigormortis berjalan sempurna. Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap yang biasa disebut dark cutting meat, karena ternak mengalami stress (Beef Stress Syndrome), sehingga sekresi hormon adrenalin meningkat yang akan menggangu metabolisme glikogen pada otot.
Pengistirahatan ternak dapat dilaksanakan dengan pemuasaan atau tanpa pemuasaan. Pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh berat tubuh kososng (BTK = bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu) dan mempermudah proses penyembelihan bagi ternak agresif dan liar. Pengistirahatan tanpa pemuasaan bermaksud agar ketika disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin dan ternak tidak mengalami stress.
2. CARA PEMOTONGAN TERNAK
Proses pemotongan ternak di Indonesia harus benar – benar memperhatikan hukum – hukum agama Islam. Ada dua (2) cara yang digunakan di Indonesia :
a. Tanpa pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di rumah potong – rumah potong hewan (RPH) tradisional. Proses penyembelihan dengan cara ini, ternak direbahkan secara paksa menggunakan tali temali yang diikatkan pada kaki – kaki ternak yang dihubungkan dengan ring – ring besi yang tertanam pada pada lantai RPH.
b. Dengan pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di RPH – RPH modern, dengan maksud agar ternak tidak menderita dan aman bagi yang memotong. Ada beberapa cara proses pemingasanan :
Proses pemotongan ternak di Indonesia harus benar – benar memperhatikan hukum – hukum agama Islam. Ada dua (2) cara yang digunakan di Indonesia :
a. Tanpa pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di rumah potong – rumah potong hewan (RPH) tradisional. Proses penyembelihan dengan cara ini, ternak direbahkan secara paksa menggunakan tali temali yang diikatkan pada kaki – kaki ternak yang dihubungkan dengan ring – ring besi yang tertanam pada pada lantai RPH.
b. Dengan pemingsanan
Kegiatan ini banyak dilakukan di RPH – RPH modern, dengan maksud agar ternak tidak menderita dan aman bagi yang memotong. Ada beberapa cara proses pemingasanan :
Pemingsanan dengan cara memukulkan palu yang terbuat dari kayu keras pada bagian atas dahi sehingga, sehingga ternak jatuh dan tidak sadar.
Pemingsanan dilakukan dengan menggunakan senapan yang mempunyai “pen” dengan tujuan pen ini akan mengenai tempurung otak sehingga ternak roboh dan pingsan. Pemingsanan menggunakan sengatan listrik, dengan voltase rendah menggunakan arus bolak balik pada frekuensi 50 cycles/menit, tegangan 75 volt, kuat arus 250 mA selama 10 detik atau voltase tinggi dengan tegangan 200 – 400 volt selama 2 detik.
Cara pemotongan dengan metode pemingsanan banyak menimbulkan perbincangan halal dan tidaknya daging yang dihasilkan. Pada kondisi pingsan, ternak akan ambruk dan tidak bergerak lagi, praktis pada saat pemotongan ternak tidak meronta dan tidak merasakan sakit. Tetapi pada kenyataannya berdasarkan hasil Elektro Cardiogram ternak lebih merasakan tekanan rasa kesakitan dan proses pengeluaran darah tidak sempurna sehingga menghasilkan daging yang tidak sehat “Unhealthy Meat”.
Berdasarkan hasil paparan Elektro Enchepalogram oleh Prof Schultz dan Drs. Hazim menyatakan bahwa ketajaman yang mengiris leher sapi tidak menyentuh saraf rasa sakit.
|
Sapi meronta dan menegangkan otot bukan ekspresi kesakitan tetapi ekspresi keterkejutan otot pada saat darah mengalir keluar dengan deras.
3. PENGULITAN
Pengulitan dimulai setelah dilakukan pemotongan kepala dan ke empat bagian kaki bawah. Pengulitan bisa dilakukan dilantai, digantung dan menggunakan mesin. Pengulitan diawali dengan membuat irisan panjang pada kulit sepanjang garis tengah dada dan bagian perut. Irisan dilanjutkan sepanjang permukaan dalam kaki, dan kulit dipisahkan mulai dari ventral ke arah punggung tubuh dan diakhiri dengan pemotongan ekor.
4. EVISERASI
Kegiatan ini bertujuan untuk mengeluarkan organ pencernaan (rumen, intestinum, hati, empedu) dan isi rongga dada (jantung, eshopagus, paru, trachea).
Tahap – tahap eviserasi dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut :
|
4. Belah bonggol pelvic dan pisahkan kedua tulang pelvic5. Buat irisan sekitar anus dan tutup dengan kantung plastik 6. Pisahkan eshopagus dari trachea7. Keluarkan kandung kencing dan uterus jika ada8. Keluarkan organ perut yang terdiri dari intestinum, mesenterium, rumen dan bagian lain dari lambung serta hati dan empedu9. Diafragma dibuka dan keluarkan organ dada (pluck) yang terdiri dari jantung, paru – paru dan trachea.
Organ ginjal tetap berada didalam badan menjadi bagian dari karkas.
5. PEMBELAHAN
Pembelahan dilakukan dengan membagi karkas menjadi dua bagian sebelah kanan dan kiri dengan menggunakan gergaji tepat pada garis tengah punggung. Karkas dirapikan dengan melakukan pemotongan pada bagian – bagian yang kurang bermanfaat dan ditimbang untuk memperoleh berat karkas segar. Pemotongan dilaksanakan untuk menghilangkan sisa – sisa jaringan kulit, bekas memar, rambut dan sisa kotoran.
Pembelahan dilakukan dengan membagi karkas menjadi dua bagian sebelah kanan dan kiri dengan menggunakan gergaji tepat pada garis tengah punggung. Karkas dirapikan dengan melakukan pemotongan pada bagian – bagian yang kurang bermanfaat dan ditimbang untuk memperoleh berat karkas segar. Pemotongan dilaksanakan untuk menghilangkan sisa – sisa jaringan kulit, bekas memar, rambut dan sisa kotoran.
6. POTONGAN PRIMAL KARKAS SAPI
Potongan setengah dari karkas sapi, dipotong lagi menjadi seperempat yang meliputi :
Potongan setengah dari karkas sapi, dipotong lagi menjadi seperempat yang meliputi :
- Potongan seperempat bagian depan yang terdiri dari bahu (chuck) termasuk leher, rusuk, paha depan, dada (breast) yang terbagi menjadi dua, yaitu dada depan (brisket) dan dada belakang (plate)
- Bagian seperempat belakang yang terdiri dari paha (round), dan paha atas (rump), loin yang terdiri sirloin dan shortloin, flank beserta ginjal dan lemak yang menyeliputinya.
- Pemisahan bagian karkas seperempat depan dan seperempat belakang dilakukan diantara rusuk 12 dan 13 (rusuk terakhir diikutkan pada seperempat belakang). Cara pemotongan primal karkas adalah sebagai berikut:
- Hitung tujuh vertebral centra kearah depan (posisi karkas tergantung ke bawah), dari perhubungan sacralumbar.
- Potong tegak lurus vertebral column dengan gergaji.
- Pisahkan bagian seperempat depan dari seperempat belakang dengan pemotongan melalui otot-otot intercostals danabdominal mengikuti bentuk melengkung dari rusuk ke-12.
- Pisahkan bagian bahu dari rusuk dengan memotong tegak lurus melalui vertebral column dan otot-otot intercostals atau antara rusuk ke-5 dan ke-6.
- Pisahkan rusuk dari dada belakang dengan membuat potongan dari anterior ke posterior.
- Pisahkan bahu dari dada depan dengan memotong tegak lurus rusuk ke-5, kira-kira arah proksimal terhadap tulang siku (olecranon).
- Paha depan juga dapat dipisahkan.
- Cara pemotongan primal karkas seperempat belakang sebagai berikut :
- Pemisahan ekses lemak dekat pubis dan bagian posterior otot abdomianal.
- Pisahkan flank dengan memotong dari ujung distal tensor fascialata, anterior dari rectus femoris ke arah rusuk ke-13 (kira-kira 20 cm dari vertebral column).
- Pisahkan bagian paha dari paha atas dengan memotong melalui bagian distal terhadap ichium kira-kira berjarak 1 cm, sampai bagian kepala dari femur.
- Pisahkan paha atas dari sirloin dengan potongan melewati antara vertebral sacral ke-4 dan ke-5 dan berakhir pada bagian ventral terhadap acetabulum pelvis.
- Sirloin dipisahkan dari shortloin dengan suatu potongan tegak lurus terhadap vertebral column dan melalui vertebral lumbar antara lumbar ke-5 dan ke-6.
7. PENUTUP
Dalam rangka menjamin bahan pangan asal hewan khususnya karkas, daging, dan jeroan ruminansia yang aman, sehat, dan halal diperlukan Rumah Potong Hewan yang memenuhi persyaratan. Kegiatan pemotongan hewan mempunyai risiko penyebaran dan / atau penularan penyakit hewan menular termasuk penyakit zoonotik dan / atau penyakit yang ditularkan melalui daging (meat borne disease) yang mengancam kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
Proses penyembelihan perlu penanganan dengan baik, yaitu dengan memperlakukan hewan secara manusiawi, karena hal ini dianjurkan oleh agama Islam.
Author : Unknown
Tag :
Artikel Umum,
